About Me

Welcome to my diary Tidak ada sesuatu yang spesial dari saya, hanya seorang gadis muda yang di tahun 2010 ini baru berusia 21 tahun.... Saat ini sedang melanjutkan pendidikan di salah satu universitas di bilangan Jakarta Barat, dengan konsetrasi Public Relations. Finally I am just an ordinary girl who is looking for identity....

Let's enjoy My Blog.... Check it out :)


Rabu, 28 Juli 2010

Pengorbanan seorang PRIA yang kadang tidak diketahui WANITA (untuk bahan renungan)

  1. Seorang anak laki - laki, dengan uang jajan seada-nya.. diberi orang tua nya agar bisa makan di kantin sekolah atau ongkos transportasi ke sekolah.. Kalian merasa dia akan menggunakan semua uang jajannya? dia selalu menabung untukmu selama tiap hari, menahan lapar, menahan segala ajakan teman untuk pergi bermain dan berharap cukup untuk mengajakmu pergi jalan - jalan di hari minggu nanti.., mungkin hanya sekedar nonton atau pergi makan,.. =) lalu ketika hari minggu yang dimaksud, engkau jawab : "duh,.. sori ni kayanya aku gak bisa pegi sama kamu hari ini soalnya diajakin keluarga pergi... maap yach",.. Kamu sdh sukses menghancurkan perasaan, pengorbanan anak laki - laki itu.. mungkin mereka tak pernah menangis atau pun curhat sama temannya,.. karna mereka itu jantan! Mereka selalu menyimpan perasaannya seorang diri.
  2. Ketika beranjak dewasa, para wanita cantik hanya akan pergi sama cowo yang punya kendaraan roda 4.. ketika pria harus bersaing untuk mendapatkan dirimu, mereka akan lebih berhemat mati2an agar bisa mengajak mu untuk berkencan... Ketika engkau mau di ajak pergi, dan kaget untuk pertama kali engkau dijemput memakai motor.... Lalu engkau menjawab "duh rambut gw rusak nih...", "duh, siang bolong gini kamu ngajakin aku pergi... panas tau", "Duhhhh, debu, panas... laen kali aja deh ya....". Mungkin engkau tidak sadar mengatakannya,.. tapi percaya lah.. hati mereka sakit..
  3. Ketika sudah berkeluarga,... anda tau? mereka kerja banting tulang seharian penuh untuk mencukupi kalian makan..tau pepatah ini gak? "Seorang ayah makan telur ayam, sedangkan anak istrinya makan daging ayam. "Di benak seorang ayah, asalkan anak istrinya bahagia itu udah cukup... kalo perlu gak makan, ato sekedar makan mi instan, asalkan anak istri bisa makan dia uda senang.... Jangan suka menyia2kan uang hasil kerja keras suami mu itu..
  4. Ketika punya anak, sudah meranjak dewasa.. dia kesulitan untuk membiayai keluarganya,.. tapi ada satu hal yang harus kalian tau.. "Mau ayah / suami mu seorang perampok, pencuri, penjudi atau kriminal lainnya,.. ketika uang itu diberikan pada mu,.. dia ikhlas memberikannya padamu dan RELA MENANGGUNG DOSA UNTUK MU".

Ini hanya untuk bahan renungan wanita saja dan memang tidak semua wanita seperti ini kok.... Selamat merenungkannya yach girlss :)

Rabu, 21 Juli 2010

How to, how to, how to?????


Dalam hidup ini terkadang kita disulitkan dengan pertanyaan bagaimana, bagaimana, bagaimana... Well, pada posting kali ini berhubungan dengan tugas Semester Pendek saya dari Bapak Andi Hidayat, dengan mata kuliah Kewirausahaan, saya akan mencoba membantu teman-teman yang mungkin sedang bingung dengan "how to" atau "Bagaimana cara"...
Terlalu luas bila harus membahas bagaimana cara untuk segala macam bidang, maka berhubungan dengan kewirausahaan saya akan membahas:

"Bagaimana Cara Memulai Bisnis atau Usaha Sambilan"

Untuk memulai usaha atau bisnis janganlah menunggu kondisi yang ideal, modal yang cukup, lokasi yang strategis, karyawan yang kreative, waktu yang luang. Untuk memulai bisnis dibutuhkan pengorbanan yang besar, suatu niat dan ke-nekad-an.

Apalagi bagi kita-kita yang masih berstatus sebagai karyawan di tempat lain, menunggu kondisi ideal bisa menjadi pilihan yang sulit. Salah satu pilihan bagi seorang karyawan untuk memiliki bisnis sendiri adalah membuka usaha sambilan, sehingga mereka bisa tetap bekerja dan mendapatkan gaji dan mereka dapat berusaha mendapatkan tambahan penghasilan lewat usaha yang mereka rintis.

Membuka usaha sambilan bisa menjadi pilihan yang menyenangkan kalau kita bisa menentukan jenis usaha dan skala usaha sesuai minat dan kemampuan kita. Kalau memang kita punya kondisi yang ideal, pilihan untuk membuka perusahaan, membuka toko, atau mengambil franchise adalah pilihan yang tepat.

Tapi bagi yang belum berani untuk mengambil resiko dengan membuka toko sendiri, ada satu pilihan yang mudah untuk segera memulai usaha, yaitu dengan sistem "konsinyasi ".

Dengan sistem konsinyasi kita menitipkan barang dagangan kita ke toko, kios, atau minimarket / supermarket orang lain. Kita tidak perlu memiliki toko sendiri dan tidak perlu memiliki karyawan sendiri. Hal ini akan menghemat banyak biaya. Kita hanya perlu menanamkan modal pada barang dagangan dan investasi waktu plus tenaga untuk menawarkan ke toko orang lain. Barangnyapun tidak harus buatan sendiri, bisa barang yang kita beli grosiran kemudian kita titipkan ke beberapa toko.

Kesepakatan konsinyasi bisa fleksibel, untuk toko-toko kecil seperti kios, cukup dilakukan secara kekeluargaan / musyawarah mufakat dan dengan kesepakatan yang lebih mudah. Berapa barang yang ditaruh, berapa harganya, kapan mau dicek, kapan dilakukan pembayaran dan kesepakatan lain dibicarakan bersama dan setelah deal atau kedua pihak sepakat maka konsinyasi bisa dijalankan. Ada baiknya kesepakatan ini dilakukan secara tertulis (dan memang seharusnya tertulis) meskipun dalam format yang sederhana, sehingga jika ada perselisihan, sudah ada pedomannya.

Untuk menitipkan barang ke perusahaan yang sudah besar (minimarket atau supermarket) tentu persyaratannya lebih ketat. Pihak supermarket sudah menetapkan syarat-syarat yang harus dipenuhi.

Terus bagaimana kalau barang tidak laku? Pemilik barang biasanya menukar dengan barang lain dan mungkin barang yang tidak laku di kios ada kemungkinan laku di tempat lain. Jadi kalau mau menitipkan barang konsinyasi sebaiknya jangan hanya ke satu toko. Kalau bisa menitipkan barang ke banyak toko, sama saja kita punya toko banyak tanpa harus sewa toko, tanpa harus membayar karyawan, dan uang pun mengalir… :)


Sikap adalah "Penentu Segalanya"


Semakin lama saya hidup, semakin saya sadar akan pengaruh sikap dalam kehidupan... Sikap lebih penting daripada ilmu, uang, kesempatan, kegagalan, keberhasilan dan daripada apapun yang mungkin dikatakan atau dilakukan seseorang. Sikap lebih penting daripada penampilan, karunia, atau keahlian. Hal yang paling menakjubkan adalah Kita memiliki pilihan untuk menghasilkan sikap yang kita miliki pada hari itu. Kita tidak dapat mengubah masa lalu, Kita tidak dapat mengubah tingkah laku orang, Kita tidak dapat mengubah apa yang pasti terjadi..... Satu hal yang dapat kita ubah adalah satu hal yang dapat kita kontrol dan itu adalah "sikap" kita. Saya semakin yakin bahwa hidup adalah 10 persen dari apa yang sebenarnya terjadi pada diri kita dan 90 persen adalah bagaimana sikap kita menghadapinya. Seluruh pilihan terletak di tangan Anda, tidak ada JIKA atau TETAPI. Andalah sopir yang menentukan JALAN HIDUP ANDA…!

Mengeluh, Menyerah dan Bangkit


Dalam hidup terkadang kita sering mengeluh, mengeluh mengenai seluruh aspek dalam kehidupan. Manusia terlalu mudah mengeluh dan menyerah pada keadaan. Tapi dengan dorongan orang-orang yang kita cintai disekitar kita, semangat kita akan bangkit kembali dan meraih kemenangan. Jika Anda sedang down atau merasa jatuh dalam keadaan yang benar-benar tidak dapat anda tangani sendiri, maka gunakanlah teman dan mintalah orang-orang dekat untuk memberi motivasi dan dorongan kepada Anda. Sebaliknya jika Anda merasakan teman atau orang dekat Anda sedang mengalami hal itu, maka pastikan Anda memberikan suatu kontribusi. Kontribusi dalam bentuk "memotivasi" dan "mendorong" mereka untuk bangkit adalah kontribusi yang luar biasa harganya.